Benarkah Bantuan langsung Tunai (BLT) Bisa Membantu Rakyat Kecil Terhadap Kenaikan BBM

Bahan Bakar Minyak (BBM) mungkin memang perlu disesuaikan. Keputusan ini bisa jadi tidak dapat terelakkan, jika menginginkan perusahaan tambang minyak dan gas negara (PERTAMINA) bertahan di dunia industri. Akan tetapi kenaikan ini tentunya akan menimbulkan dampak bagi masyarakat luas. Seluruhnya... ya, seluruhnya tanpa terkecuali. Rencana kebijakan pemerintah untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) - seperti yang didapatkan dari hasil pertemuan Aburizal Bakri dengan Presiden SBY hari ini - mungkin memang perlu untuk dilakukan. Namun jika hanya itu saja tentunya tidak akan menyelesaikan masalah di masa datang. Pemberian BLT yang hanya 4 hingga 6 bulan saja hanya akan memberikan kelonggaran sementara bagi rakyat kecil. Tetapi setelah waktu itu berlalu, tetap saja rakyat kecil akan tercekik dan menerima akibatnya. Apalagi teknis penyampaian BLT yang sering kali dimanfaatkan oleh banyak oknum untuk hal-hal di luar perikemanusiaan yang pada akhirnya rakyat kecil hanya menerima bagian yang sangat sedikit.

hasil pertemuan ical dan presiden sby tentang bantuan tunai langsung atau blt sebagai bantuan sementara terhadap kenaikan harga bbm, pt. pertamina harus benar-benar mengkaji ulang efisiensi di tubuh perusahaan raksasa milik negara, perusahaan tambang minyak dan gas negara yang terus berdalih merugi dipertanyakan, pemerintah harus mengkaji ulang keputusan kenaikan harga bbm


Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sebagai Biaya Promos
i

Sebagai perusahaan tambang minyak raksasa di Indonesia dan sebagai perusahaan bisnis tentu saja PT. PERTAMINA perlu melakukan promosi untuk menarik konsumen. Jika kita mau melirik ke media-media publik, rasanya masih sedikit promosi iklan yang tampil di hadapan kita. Memang, PT. PERTAMINA adalah otoritas utama di negeri ini untuk menguasai pertambangan minyak dan gas. Maksud saya begini... Jika selama ini PT. PERTAMINA sangat sedikit melakukan promosi berupa iklan dan semacamnya, tentunya biaya promosi iklan selama ini juga sedikit untuk perusahaan seukuran PERTAMINA. Jika dihubungkan secara langsung, bisa saja dianggap bantuan langsung tunai yang akan digelar hanyalah sebagai tambahan pengeluaran biaya untuk promosi atau iklan.

Dampak Kenaikan harga BBM

Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat kenaikan harga BBM. Secara langsung tentu saja rakyat harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli bahan bakar minyak dibanding dengan sebelumnya. Selain itu kenaikan BBM akan memicu kenaikan bahan-bahan pokok dan produk-produk lainnya. Para penjual, distributor dan pengusaha pasti menggunakan isu kenaikan BBM ini untuk menaikkan harga produk-produknya. Dengan jumlah penghasilan yang tetap setiap bulannya, masyarakat dipaksa berjuang untuk bertahan dan mengurangi sebagian kebutuhannya.Akibat yang lain adalah kenaikan tingkat kriminalitas dengan alasan untuk menambahkan penghasilan yang tetap setiap bulannya.

Pemerintah kurang bertindak cepat dan tidak tepat waktu untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM. Sebagai contoh, kenaikan upah buruh yang baru saja ditetapkan didasarkan atas kejadian ekonomi pada tahun 2012 sebelum kenaikan harga BBM. Tentu saja ini akan menjadi sangat tidak sesuai terhadap kenaikan harga BBM yang akan ditetapkan sesudahnya. Kenaikan BBM yang akan diimbangi dengan kenaikan harga-harga membuat kenaikan standar upah yang baru menjadi tidak berarti. Saya yakin sekali akan timbul gejolak baru untuk mencari keseimbangan yang diinginkan.

Yang menjadi kekhawatiran berikutnya adalah serbuan produk-produk dari luar negeri yang berani memberi harga murah, bahkan lebih murah dibanding produk-produk dalam negeri, padahal kualitas produk-produk tersebut kurang bagus. Artinya pemerintah merelakan masyarakat menengah ke bawah menikmati produk-produk yang kurang baik dari segi kualitas maupun spesifikasinya.

Juga adanya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pengusaha dengan alasan pemangkasan biaya-biaya akibat melonjaknya ongkos pembelian bahan baku dan transportasi. Ini akan menjadi beban baru bagi negara.

Apa Yang Bisa Dilakukan Pemerintah?

Pemerintah harus bisa secepatnya membuat salah satu perusahaan BUMN ini efisien. Sales atau penjualan di dalam negeri maupun ekspor harus selalu bagus dibandingkan dengan kinerja. Produk-produk PERTAMINA harus bisa ekspansi ke luar negeri bersaing dengan produk-produk negara lain. PERTAMINA akan gagal, jika hanya mementingkan pemasaran di dalam negeri.
Manajemen di dalam PERTAMINA harus benar-benar sangat efisien. Sangat memprihatinkan jika mendengar perusahaan PERTAMINA drop sementara pejabat-pejabat di dalamnya bisa sangat menikmati hidup.

Intensifikasi di bidang pertanian juga harus dilakukan dengan sangat cepat. Sistem penjualan di bidang pertanian ternyata hanya menjadi komoditas golongan tertentu. Para tengkulak dan distributor sangat menikmati hasil pertanian, sementara para petani penggarapnya tidak mendapatkan penghasilan seperti yang diharapkan.

Sistem pengupahan juga harus segera disesuaikan kembali. Upah minimum yang sudah ditetapkan tidak akan bisa sesuai dengan kenaikan harga-harga yang akan dihadapi sesudah ini. Tidak akan timbul masalah, jika masyarakat mampu membeli meskipun harganya tinggi. Pada kondisi masyarakat mampu membeli produk-produk dari produsen, para pengusaha pun tetap akan bisa menerima profit yang signifikan. Tentu saja pengusaha dipaksa fight untuk merebut pasar bagi produk-produknya.

Mungkinkah semua itu bisa dilakukan?

Mungkin saja! Semua tergantung daripada jerih payah usaha semua pihak. Pemerintah harus bisa merangkul semua pihak untuk bersama-sama melaksanakannya demi kemajuan bersama. Rekrut orang-orang handal untuk percepatan, pangkas yang tidak mampu bekerja secara optimal. Jarang sekali saya mendengar orang-orang pemerintahan yang diberhentikan karena tidak optimal bekerja. Bahkan semakin banyaknya kasus korupsi yang terungkap malahan bisa menjadi indikator ketidakberesan di dalam pemerintahan.

Banyak yang bisa dikembangkan di negara yang terkenal kaya raya potensi alam ini. Tidak peduli siapa pun presidennya, partai apa pun pemenang pemilu, jika benar-benar bisa menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau pun partai, negara ini bisa berjaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan menuliskan komentar dengan bahasa yang baik dan sopan. Komentar yang menyinggung masalah SARA akan dihapus.