Hal Yang Lebih Penting Bagi Wanita Selain Emansipasi - Kartini Masa Kini

Slogan Emansipasi Wanita Yang Sudah Terwujud
 
Dari sejak dahulu sudah menjadi kelaziman slogan "Emansipasi Wanita" menjadi hal yang paling ditonjolkan setiap memperingati hari Kartini. Wanita-wanita modern sudah jauh lebih berkembang. Banyak yang telah mewujudkan slogan di atas menjadi kenyataan. Wanita-wanita kini sudah lebih dihargai dalam bidang pemerintahan, politik, pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. Di masyarakat kita sudah banyak jabatan pemimpin yang diduduki kaum wanita. Banyak juga yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Peningkatan harkat wanita telah berhasil menjadikan wanita memiliki posisi yang bagus di pemerintahan. Menempati posisi manajerial di perusahaan-perusahaan dan posisi-posisi lainnya di segala bidang, meskipun tidak menutup mata masih ada kaum hawa yang berada di garis pinggir belum mendapat kesempatan seperti teman-temannya yang lain.

Wanita, Karir dan Rumah Tangga

Wanita yang pada basisnya menjadi seorang ibu di dalam rumah tangga, kini kehidupannya mulai terpecah dua. Di satu sisi mereka harus memikirkan tentang karir mereka, mempertahankan kinerja, meningkatkannya ke arah yang setinggi-tingginya. Demi berbagai alasan seperti ingin memiliki penghasilan sendiri atau membantu penghasilan suami yang masih kurang menjadikan wanita harus berjuang di dalam kehidupan karir atau usahanya.

Di sisi yang berbeda wanita dituntut untuk menjadi ibu rumah tangga yang sempurna bagi suami dan anak-anaknya. Akhirnya dua sisi yang berbeda tersebut membuat wanita masa kini mendapatkan tekanan yang lebih berat. Tanpa disadari tekanan yang sedemikian besar telah menjadikan perilaku kaum wanita mengalami perubahan.

Sifat Maskulin Wanita Yang Berlebihan

Wanita-wanita lalu merasa menjadi perkasa, sama dengan pria. Sebagiannya menjadi kasar dan arogan - meskipun masih banyak yang bersifat lembut. Yang lebih parah adalah banyak wanita tidak menyadari, bahwa sifat-sifat kasar akibat tekanan hidup itu diturunkan kepada anak-anaknya.

Apakah Pria Juga Berperan Atas Kekasaran Anak-anak Generasi Penerusnya?

Tentu saja! Pria masa kini, sama halnya dengan wanita, memiliki tekanan hidup yang sama. Kehidupan yang "money minded" telah merubah arah pola pengasuhan anak-anak menjadi ke arah yang tidak baik (sekali lagi, tidak semuanya). Pria lebih-lebih lagi. Karena merasa lebih kuat, mengedepankan keberingasan dan kekasaran hidup yang pada akhirnya terserap ke otak anak-anak... ooo.... begitu ya cara menjalani hidup.

Lalu Apa Yang Bisa Dilakukan Untuk Menyelamatkan Anak-anak Dari Sifat-sifat Kasar dan Beringas?

Jawabannya sederhana : dengan keluhuran budi, meskipun dalam pelaksanaannya sangat tidak sederhana. Memulai dari sekarang juga menjalankan norma-norma baik yang telah tertanam di otak kita. Mengajarkan hal-hal yang baik tentang keluhuran budi kepada anak-anak, menunjukkan kasih sayang yang benar dan menghargai sesama dan alam.

Memang ini kedengaran hanya seperti masalah klise. Tetapi jika semua bisa memahami dengan kejernihan hati, bukankah hal kecil ini akan bisa memberikan arti bagi kedamaian di seluruh dunia? Pada saatnya nyawa meninggalkan raga menuju alam kematian, ada sesuatu yang baik telah kita tinggalkan untuk anak-anak dan generasi penerus kita selain hanya sekedar uang dan harta......