Postingan Populer
-
Saya membeli handphone modem produk Smartfren Xstream. Handphone ini sebenarnya menggunakan produk Haier EM781H yang selain bisa untuk nelp...
-
Pengguna internet di Indonesia semakin bertambah hari semakin banyak. Rakyat Indonesia sudah banyak yang melek internet. Bahkan penggunaan...
-
PANDUAN MENGHADAPI WARTEGG TEST (Seri Rahasia Berhasil Menghadapi Tes Kerja) Pada saat menghadapi tes masuk kerja (recruitment tes...
-
Kembali ke dunia pencari kerja. Lagi-lagi soal tes kerja. Salah satu psikotest yang biasa dilakukan pada saat anda melamar kerja adalah tes...
-
Bagi teman-teman yang baru berkecimpung di bisnis online pasti bingung mengenai Paypal. Begini... Paypal adalah salah satu payment processor...
-
Judul lagu : What Is The War For Songwriter : Masdwi [Verse] There's a sound echos from the mountain Weird voices come from the sea Is ...
-
Talasemia atau thalassemia adalah kelainan pada darah akibat sumsum tulang belakang tidak bisa membentuk protein untuk memproduksi sel dar...
-
Judul lagu : Aku Cinta Dia Songwriter : Masdwi [Verse] Ada yang salah di dalam dadaku Mengapa berdegup degup tak menentu Oh, mungkinkah aku...
-
Apakah Super Hide IP itu? Super Hide IP adalah salah satu software untuk menyembunyikan IP (Internet Protocol) pada saat terkone...
-
Banyak teman-teman yang stres atau tegang menghadapi tes atau wawancara kerja. Saya akan bagi tipsnya di sini, semoga bisa membantu. Meng...
Kemilau Cinta Kamila : Bad experience
Gara-gara isteri saya suka sinetron Kemilau Cinta Kamila, jadi deh saya ikut-ikutan nonton sinetronnya. Pada episode pertama memberikan pengalaman cerita yang menarik bagi hati saya. Sampai saya bilang "Wah..!! asyik juga nih sinetron bu.." Hingga pada akhir episode pertama yang membuat saya berpikir seperti biasa... "ending ceritanya mengambang, pasti akan ada sekuel keduanya". Kisah kasih Kamila, Fadil dan Edo belum selesai.
Eh... ternyata benar..! Episode kedua lebih seru, dengan cerita yang makin mengembang. Edo hilang lalu muncul lagi dan menyamar sebagai Andreas Gunawan. Kemudian cerita terus bergulir.
Lalu... muncullah 'story part' yang cukup membuat dahi saya mengerenyit, lalu kecewa.
Tante Marta, mama si Edo, benar-benar tidak mengenali bahwa Andreas adalah Edo. Hal aneh, sangat aneh..! Tapi... ya... selanjutnya saya ikuti saja ceritanya, meskipun sudah tidak nyaman lagi bagi logika saya bekerja.
Pikiran saya menjadi lebih berat lagi berlanjut di sekuel ke-tiga. Ini bahkan lebih parah dari sekuel kedua. Tindakan Taufan (saudara kembar Fadil) yang diperankan oleh Jonas Rivano menyaru sebagai Fadil yang asli.
Nyonya Ambar (ibu si kembar), menurut saya benar-benar tidak mempunyai naluri sebagai seorang ibu. Biar pun anak kembar identik, seorang ibu pastilah bisa membedakan mana anaknya satu per satu. Lebih-lebih Kamila. Saya sampai menjadi piktor (berpikiran kotor) : seandainya Taufan bejat dan mengambil keuntungan terhadap Kamila, tetap saja Kamila tidak tahu..??? Padahal dari sekuel pertama digambarkan sepertinya keluarga ini mempunyai tautan naluri yang kuat, dibuktikan dengan : "Aduh... tiba-tiba perasaanku kok nggak enak..." (sambil memegang dada).
Benar-benar mengesalkan! Jelas-jelas pengarang cerita atau penulis naskah, benar-benar tidak melakukan observasi yang mendalam terhadap karangannya. Beberapa insiden dan kejanggalan (sampai munculnya microphone di episode sebelumnya) masih bisalah saya terima. Tapi, jika inti ceritanya yang ngawur... wah... rasanya kok jadi malas nonton lanjutannya ya....
Padahal pemeranan yang dilakukan oleh semua pemeran sudah sangat bagus. Pembangunan karakter oleh Asmirandah, Jonas, Marcel yang kemudian digantikan oleh Mischa, Ricco Tampatty hingga artis senior Mieke Wijaya (salah satu favorit saya untuk peran antagonis) sudah optimal. Patut saya acungi jempol dan 'five star' untuk mereka.
Mohon... di revisi ulang naskah selanjutnya, dan jadikan tetap menarik dan selalu ditunggu sekuel-sekuel selanjutnya.
Selamat Datang Teman...
Selamat datang di blog saya....
Setelah sekian lama 'sembunyi', 'bertapa' dan 'memperdalam ilmu', akhirnya kini saya berani muncul dalam blog dengan nama saya sendiri. Ya... memang naif kedengarannya... Tapi begitulah saya.. :)
Dari rantau mencoba banyak belajar, mengenali diri dan lingkungan... berteman dengan banyak teman.. bertemu teman-teman baru... hingga tiba di sinilah saya..
Terima kasih kepada semua teman, downline, affiliasi, client dan nasabah yang telah mendukung saya selama ini.... (^^,)
Mudah-mudahan blog ini bisa bermanfaat bagi siapa saja, juga bagi orang-orang yang mau berteman dengan saya. (^;^)
Salam hangat selalu,
Dwi Agus Sugiharto
Website : http://modalzerro.weebly.com
Website : http://TheTrustedPTC.weebly.com
Setelah sekian lama 'sembunyi', 'bertapa' dan 'memperdalam ilmu', akhirnya kini saya berani muncul dalam blog dengan nama saya sendiri. Ya... memang naif kedengarannya... Tapi begitulah saya.. :)
Dari rantau mencoba banyak belajar, mengenali diri dan lingkungan... berteman dengan banyak teman.. bertemu teman-teman baru... hingga tiba di sinilah saya..
Terima kasih kepada semua teman, downline, affiliasi, client dan nasabah yang telah mendukung saya selama ini.... (^^,)
Mudah-mudahan blog ini bisa bermanfaat bagi siapa saja, juga bagi orang-orang yang mau berteman dengan saya. (^;^)
Salam hangat selalu,
Dwi Agus Sugiharto
Website : http://modalzerro.weebly.com
Website : http://TheTrustedPTC.weebly.com
Langganan:
Postingan (Atom)


